Friday, July 24, 2009

Permainan untuk direnungi....

Gambar Hiasan


Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Ditangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam.Guru itu berkata,"Saya ada satu permainan, caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur,ditangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!",jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!" Murid-muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang Guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq,yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya.Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika. "Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, seks sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain-lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya. Faham?" Tanya Guru kepada murid-muridnya. "Faham cikguuu..." "Baik, permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan. "Cikgu ada Qur'an,cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba alternative dengan tongkat,dan lain-lain. Akhirnya Guru memberikan jalankeluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang...Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar." "Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan...". "Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita, mereka tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?" tanya mereka. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, PerangTartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sedar." "Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang. Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan fikiran masing-masing dikepalanya..

2 comments:

imamuslim said...

salam..

dunia kini penuh dengan tipu daya..
warni warni dengan manusia berbagai gaya..
hujahnya mengikut trend semasa..
takut dipandang kolot dan hina..

tapi,ilmunya banyak tak terkira..
ceramah ada kat sini dan sana..
yang tinggal hanya kita dan kita..
sebab yang ditanya akhirnya diri ini jua..

** kita bukan bodoh untuk tidak menyedari..tapi kita bodoh kerana ikut membuta tuli **

bodohkah kita??
hmm..lu pikir la sendri~

Moga kita tidak tergolong dlm golongn org2 yg rugi..ameen..
jom,saling ingta mengingati!..

p/s:kau nk komenkan..skali aku terkasi pnjg suda..sori2..hehe

ibnyusoff said...

jom pkir jap..
ilmu tnpe amal=sia2
amal tnpe ilmu=sesat
imam Malik berkate,"tasauf tanpe fiqh itu bathil dan fiqh tanpe tasauf itu sia2"(cramah us.Shamsuri)..
dalam sebuah buku ada menyatekn org2 kafir akan gerun kpade kte umat Islam slagi(1)jemaah subuh sbyk jemaah jumaat,(2)pedang di tgn kanan n al-Quran di tgn kiri